Tampilkan postingan dengan label santai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santai. Tampilkan semua postingan
Obat Patah Hati paling Manjur untuk Laki-laki
Ok guys, saya ingin berbagi pengalaman saya. Ketika Anda memiliki patah hati / soal asmara tentunya hal ini akan mengganggu pikiran kita. Khususnya bagi laki-laki... kita akan pertama kali mengalami rasa tidak percaya diri. Penolakan dari kaum hawa selalu membawa kita pada perasaan seperti itu. Ada sesuatu yang kurang dari diri kita sehingga kita ditolak, entah itu dari aspek fisik, ekonomi ataupun faktor psikologi lain.
Saya pribadi percaya dengan hukum aksi dan reaksi. Bahkan kita menjadi pasif pun juga terhitung sebagai aksi. Ketika kita didera dengan rasa tidak percaya diri itu kita harus membentuk aksi yang kuat, tentunya kata-kata ini lebih mudah daripada aksinya. Sayapun membutuhkan waktu untuk rehat (secara asmara) selama kurang lebih 1 tahun. Dan dalam waktu itu saya terkadang penasaran dan mengintip bagaimana kisah para sohib saya menaklukan kekasih mereka.
Beberapa obat yang TIDAK MANJUR bagi patah hati juga mereka lalui:
Demikian adalah sharing saya tentang patah hati. Sekian.
Saya pribadi percaya dengan hukum aksi dan reaksi. Bahkan kita menjadi pasif pun juga terhitung sebagai aksi. Ketika kita didera dengan rasa tidak percaya diri itu kita harus membentuk aksi yang kuat, tentunya kata-kata ini lebih mudah daripada aksinya. Sayapun membutuhkan waktu untuk rehat (secara asmara) selama kurang lebih 1 tahun. Dan dalam waktu itu saya terkadang penasaran dan mengintip bagaimana kisah para sohib saya menaklukan kekasih mereka.
Beberapa obat yang TIDAK MANJUR bagi patah hati juga mereka lalui:
- Menjadi misogyny (pembenci wanita), bukan berarti lantas menjadi homoseksual. Laki-laki golongan ini biasanya menurunkan disposisi wanita hanya menjadi alat pemuas kebutuhan saja dan bukan sebagai rumah mereka. Wanita dianggap sebagai bukan calon pasangan, tapi sebagai calon budak saja. Hal ini dikarenakan mereka sangat sakit hatinya.
- Mencari pacar baru (tanpa ada jeda/ reset hati), cari pacar baru ini yang saya maksud adalah 'pacar sebagai wajah' sebagai pembuktian pada lingkaran sepermainan bahwa 'saya ini juga adalah laki-laki yang bisa menaklukan'. Dalam konteks sebelumnya merasakan sakit hati, kelemahan dari obat ini adalah proposisi terhadap wanita sebelumnya belum terhapus / belum dipahami dengan sempurna. Pacar baru ketika baru sekali melakukan kesalahan, akan diperlakukan seperti pacar lama yang sudah melakukan kesalahan itu berkali-kali. Pasangan baru seharusnya dimulai dengan lembaran baru, namun karena emosi ini belum 'terdamaikan' maka dianggap sebagai lembaran lama
Saya menawarkan sebuah solusi yaitu dengan membaca, ya dengan membaca. Saya pernah membaca sebuah penulis yang mengandaikan bahwa 'dengan membaca kita akan menjadi 1 dengan protagonis, kita bisa mengambil pengalaman protagonis tersebut sebagai pengalaman kita sendiri. Dengan membaca kita seolah berinkarnasi berkali-kali - sebanyak apapun buku yang kita baca.' Buku bacaan pun juga tidak saya batasi, namun bagi saya sendiri yang sudah berumur 25an lebih saya lebih suka membaca topik yang mature. Beberapa topik yang saya baca yang kemudian bisa 'menyembuhkan' saya adalah:
- Ancient Strengthening Tehnique, bisa baca di wuxiaworld atau di lnmtl.com (sudah tamat)
- Nozoki Ana, bisa baca di sini. (gunakan vpn apabila diblock)
Sebenernya saya baca banyak comic mature ya, tapi yang lebih cocok adalah 2 cerita tersebut. Mengapa saya pilih 2 cerita tersebut?
- Faith in humanity restored! Ini yang paling penting, ketika Anda patah hati sebenernya yang terjadi adalah Iman Anda dipatahkan. Anda sudah melakukan segala yang baik, mengikuti kaidah hukum aksi - reaksi, berkorban banyak, tapi akhirnya ternyata tidak jadi. Judul 1 ceritanya tentang hal positif 80%, sedang cerita 2 adalah tentang tragedi. Anda akan paham dan bahwa cewek yang Anda kejar adalah tidak baik.
- Harem! Harem ini memang tidak berlaku pada jaman ini, tapi untuk sebuah novel asmara apabila tidak harem maka kita (sebagai laki-laki) akan minim sekali mendapatkan ilmu untuk memperlakukan wanita dengan baik/ memahami berbagai jutaan karakter wanita. Dengan adanya kisah harem kita akan tahu berbagai plot antara laki dan wanita.
- Hingga menjadi Bapak! Hal ini adalah pentingnya baca novel nomor 1, kita tidak hanya berhenti sampai pacaran. Tentang bagaimana kita sebagai orang tua kepada anak juga digambarkan dengan jelas pada novel nomor 1 ini.
- Hiburan! Ketika kita membaca novel ini, pikiran kita akan teralihkan dari 'sakit hati yang menghantui'. Apalagi bagi orang terlalu mikir, orang macam ini seperti sapi yang habis mengunyah rumput - masuk perut - dikunyah lagi. Patah hati pada laki-laki jenis ini sulit sekali disembuhkan tapi bukan tidak mungkin. Seharusnya patah hati itu berhenti (ditelan habis) dan menjadi norming bagi kita untuk bergerak ke arah yang baru.
Desember 09, 2017
Kisah nyata
,
santai
Pekerjaan dan Passion vs. Gelar
Bagi saya pekerjaan dan passion itu bisa berbeda, perbedaan itu dilihat dari tujuan utama (primary objective) dari tindakan tersebut: Pekerjaan berduit adalah hal yang kita lakukan untuk menyambung hidup sedangkan Passion adalah hal yang kita kerjakan untuk pemenuhan kebutuhan kita untuk menjadi satu manusia yang utuh.
Idealnya ya passion itu yang menjadi pekerjaan dan inilah yang diidam-idamkan semua orang. Untuk passion menjadi pekerjaan kita harus bener-bener mendalami bagian-bagian apa saja dari passion ini yang bisa dimonetasi dan dalam kerangka model bisnis yang bagaimana.
Entah kenapa saya berpikir bahwa banyak sekali pekerja seni itu, hidup dalam passionnya.
Contoh Steve Jobs, passionnya adalah mengembangkan suatu karya perangkat digital dengan keindahan dan kesederhanaan (easy to use) yang utuh. Monetasinya? dengan menjual hasil karya konsep keindahannya dalam bentuk perangkat. Model bisnis? dengan B2B ataupun B2C.
Ketika passion menjadi suatu pekerjaan, maka tantangannya adalah segala teknik pada passion Anda harus dicari ilmunya. Ilmu dicari karena pengetahuan saja tidak cukup. Dengan mencari ilmu, kita akan lebih menguasai dan mendalami hal-hal yang bisa digali dari passion saja. Namun untuk mencapai hal ini butuh kelapangan hati. Kenapa? Banyak orang yang tidak mau hobby-nya dimonetasi karena tidak mau terlalu serius dan kehilangan aktivitasnya yang malah seharusnya bikin rileks (golongan ini takut apabila passion didalami akan menjadi stressfull dll.) Padahal akan banyak hal menarik yang terkuak apabila kita mendalami sesuatu.
Namun selain itu hal yang yang lain lagi, yaitu GELAR.
Nah hal ini yang bagi saya menjadi satu pertanyaan sendiri. Diskusi saya akhir-akhir ini selalu tidak jauh-jauh dari hal di atas. Mungkin karena masih muda ya? Untuk saat ini, saya memiliki suatu model bisnis yang di luar dari/bahkan tidak memerlukan keilmuan dari gelar yg saya dapatkan. Dan, saya merasa (belum saya konfirmasi sih) bahwa teman-teman yang bekerja pada perusahaan besar selalu urging bahwa saya harus - selagi umur - mencari 'pekerjaan' yang sesuai dengan apa yang telah saya pelajari. Alasannya mencari pengalaman, ada yang dibanggakan dll.
pengetahuan saja tidak cukup bagi kita untuk menjadi ahli
Saya juga berpikir bahwa apa yang dimaksud dengan pengalaman ini, sebenarnya tidak berbeda dengan bentuk-bentuk lain pengetahuan. Padahal kita tahu bahwa pengetahuan saja tidak cukup bagi kita untuk menjadi ahli, kita perlu ilmu pengetahuan! Ilmu pengetahuan ini hasil honing terus menerus dan selalu diuji dari waktu ke waktu. Ilmu adalah kristalisasi pengalaman, asam-garam yang mengkristal. Buku saja tidak cukup memang untuk mendapatkan ilmu ini, perlu ada trial and error dari diri kita sendiri.
kerja passion saya gambarkan sebagai kerja yang bahkan kita enjoy tanpa dibayar sekalipun, di tingkatan yang lebih tinggi kita sangat getol dengan hal tersebut.
Dan lagi, apakah ketika manusia, orientasi kerjanya, berangkat dari gelar dia akan benar-benar mendapatkan passion? Beberapa mungkin iya jika memang sejak awal sebelum masuk di jurusan/universitas tersebut memang sudah cocok, bila tidak? Bagaimana kita bisa tahu? Bukankah itu semacam stockholm syndrome apabila dipaksakan? Mungkin juga ada bias di sini: ada yang niat hati menolong orang dan gelar tersebut menjadi instrumen dari passion tersebut. Tapi gelar tersebut tidak benar-benar berasal passionnya.
Jadi menurut saya untuk bekerja ada beberapa pilihan di kepala para sohib muda:
- Pekerjaan berduit, 'Sudah apapun yang menghasilkan duit dikerjain dulu'
- Passion,'Misal tiap hari buat meme, akhirnya buat page yang bisa dipasang iklan dll.'
- Pekerjaan Gelar,'Tunggu, maunya masuk di perusahaan besar sesuai pendidikan saya supaya tidak malu-maluin almamater dan ortu yang susah nguliahkan'
Namun memang tidak bisa dipungkiri paradigma pekerjaan 'akademik' ini yang selalu mendominasi. Freud pernah menyatakan bahwa peradaban tercipta dari 'sex-urge', kebutuhan akan pengakuan diri di hadapan orang tua, mertua dan pacar juga bisa dijadikan alasan kuat untuk bekerja mengikuti pekerjaan gelar.
Saya tidak menyatakan juga pekerjaan gelar itu hal yang salah, namun apabila memang ada pekerjaan yang akademik dan berbayar cukup tinggi. Mungkin itu sama nilainya dengan kerja passion. Namun, di sini yang saya tekankan adalah manusia harus aktif 'taking care' of him/herself. Passion itu yang membuat menara babel (dalam terminologi positif), yang membangun jembatan terbesar tanpa hal itu kita harus waspada ter-bonsai-kan.
Demikian....
November 01, 2016
santai
Fakta atau autosugesti?
Suatu pagi Jojo bertemu Edo, diajaklah Edo pergi naik gunung. Tapi Edo menolak, menurutnya badannya terlalu gemuk dan bakal menyulitkan untuk diajak Jojo naik mendaki gunung. Jojo kemudian menanyakan,”Do, ‘bakal menyulitkan’ itu fakta atau autosugesti?” Edo terdiam bingung memikirkan.
Lain lagi, kali ini Jojo bertemu Arlong, dia hidup susah, Jojo yang memang suka baca buku menyarankannya untuk membaca salah satu buku ‘Bangunkan Ogre dalam Dirimu!’ buku itu selalu direview banyak orang sukses yang nyata di Indonia. Arlong marah-marah, mengatakan bahwa buku itu hanya dijual supaya orangnya dapat duit banyak, baca buku itu tidak dapat merubah apapun. Jojo menanyakan pada Arlong,”Long, ‘baca buku tidak merubah apapun’ itu fakta atau autosugesti?” Arlong ngambul-ngambul tidak jelas mengelak menjawab pertanyaan Jojo.
Terakhir kalinya dalam hari itu Jojo bertemu dengan gurunya Pranomo, “Mo, sebenarnya saya bener ndak nanya sama kawan-kawan saya kalau ‘pilihannya’ itu fakta atau autosugesti?” Pranomo ketawa,”Jo kamu tak tanyai sekarang: fakta atau sugesti... menurutmu dua-duanya ada atau orang itu harus milih salah satu?” Jojo kemudian terdiam dan berterimakasih kepada Pranomo lalu pergi.
Jojopun pulang, setelah mandi segar ia pun menuju ke kamarnya, loncat ke kasurnya, menyenyakkan punggungnya, meraih selimut dan memandang bulan dari jendela kamarnya yang terbuka... tentunya tidak lupa sebelum itu dia menyalakan obat nyamuk bakar karena rumahnya dekat sawah.
Jojo tertawa kecil sendiri, kemudian dia berpikir,”Lah saya maunya tidur jendela dibuka, ini aja sekarang gak digigiti nyamuk. Hidup memang pilihan”
Lain lagi, kali ini Jojo bertemu Arlong, dia hidup susah, Jojo yang memang suka baca buku menyarankannya untuk membaca salah satu buku ‘Bangunkan Ogre dalam Dirimu!’ buku itu selalu direview banyak orang sukses yang nyata di Indonia. Arlong marah-marah, mengatakan bahwa buku itu hanya dijual supaya orangnya dapat duit banyak, baca buku itu tidak dapat merubah apapun. Jojo menanyakan pada Arlong,”Long, ‘baca buku tidak merubah apapun’ itu fakta atau autosugesti?” Arlong ngambul-ngambul tidak jelas mengelak menjawab pertanyaan Jojo.
Terakhir kalinya dalam hari itu Jojo bertemu dengan gurunya Pranomo, “Mo, sebenarnya saya bener ndak nanya sama kawan-kawan saya kalau ‘pilihannya’ itu fakta atau autosugesti?” Pranomo ketawa,”Jo kamu tak tanyai sekarang: fakta atau sugesti... menurutmu dua-duanya ada atau orang itu harus milih salah satu?” Jojo kemudian terdiam dan berterimakasih kepada Pranomo lalu pergi.
Jojopun pulang, setelah mandi segar ia pun menuju ke kamarnya, loncat ke kasurnya, menyenyakkan punggungnya, meraih selimut dan memandang bulan dari jendela kamarnya yang terbuka... tentunya tidak lupa sebelum itu dia menyalakan obat nyamuk bakar karena rumahnya dekat sawah.
Jojo tertawa kecil sendiri, kemudian dia berpikir,”Lah saya maunya tidur jendela dibuka, ini aja sekarang gak digigiti nyamuk. Hidup memang pilihan”
Menyongsong MEA, boleh dong curhat sedikit?
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menjadi isu yang semakin panas dan panas akhir-akhir ini bahkan menjadi agenda inti dalam perhelatan acara Pesta Wirausaha yang diadakan Komunitas Tangan di Atas (TAD) 6 desember lalu. Demikian terjadi mungkin karena pemerintah dan pengusaha yang sadar, merasa bahwa penduduk Indonesia belum siap menghadapi era baru yaitu globalisasi bahkan walaupun itu cuma tingkat ASEAN. Saya sendiri jujur tidak tahu apa itu "MEA" hingga ada diskusi pleno di ekstension course filsafat WM yang diskursusnya dipimpin oleh seorang dosen HI UPN Veteran Surabaya sekitar akhir november tahun 2015 ini, apa ndak gila? sekitar 80% peserta dibuat kaget, yap... karena kebanyakan isu politik dan pimpinan presiden waktu 2007 lalu menandatangani traktat percepatan MEA, yang dalam kondisi inferior tidak bisa juga untuk membiarkan isu yang tidak populer ini, berhembus dan semakin menenggelamkan kapal selam, partainya.
Desember 07, 2014
santai
Buku-buku dan kemiripan ilmu
Oktober 13, 2014
santai
Tidak semuanya bisa diselamatkan
Prinsip saya dalam berkendara adalah: biar yang depan urus depan, yang belakang biar urusan orangnya (yang belakang juga urus depannya). Konsekuensi logis dari hal ini memang akan selalu ada sedikit unsur 'pemaksaan prinsip' pada saat berkendara, tetapi apa salahnya jika tidak ada ketentuan bersama selain menuruti rambu-rambu? Toh saya juga menuruti rambu kan? Menurut saya manusia harus punya prinsip melengkapi adanya perundang-undangan.
Di lain konteks, prinsip ini juga berlaku kepada saya sebagai individu warga negara dengan kebijakan UUMD3 yang tidak pro-rakyat itu. Walau saya tahu bahwa ini banyak flaw-nya dan kadang menjadi pergumulan hati "ingin selalu update opini soal ini", Tapi apa daya? Membayangkan saya domba dan jika mayoritas domba memiliki sentimen benar terhadap kebijakan koalisi berselubung agama ini dan mengarahkan dirinya ke jurang, apa daya? Kecuali kita domba super dengan jaring yang bisa mengarahkan ya lain cerita. Bangsa Yunani kuno dulu mendefinisikan apa yang baik adalah yang berguna bagi dirinya, begitu kemudian saya mengantisipasi "yah sudahlah... hal ini tidak berguna untuk saya", saya ndongkol tapi tidak ada kuasa jadinya seperti monyet merindukan bulan hehehe.
Akhirnya cukup lihat apa yang di depan saya saja, apa yang bisa dilakukan bagi diri sendiri beserta lingkaran dalam saya dan negara sebaik-baiknya saja.
Di lain konteks, prinsip ini juga berlaku kepada saya sebagai individu warga negara dengan kebijakan UUMD3 yang tidak pro-rakyat itu. Walau saya tahu bahwa ini banyak flaw-nya dan kadang menjadi pergumulan hati "ingin selalu update opini soal ini", Tapi apa daya? Membayangkan saya domba dan jika mayoritas domba memiliki sentimen benar terhadap kebijakan koalisi berselubung agama ini dan mengarahkan dirinya ke jurang, apa daya? Kecuali kita domba super dengan jaring yang bisa mengarahkan ya lain cerita. Bangsa Yunani kuno dulu mendefinisikan apa yang baik adalah yang berguna bagi dirinya, begitu kemudian saya mengantisipasi "yah sudahlah... hal ini tidak berguna untuk saya", saya ndongkol tapi tidak ada kuasa jadinya seperti monyet merindukan bulan hehehe.
Akhirnya cukup lihat apa yang di depan saya saja, apa yang bisa dilakukan bagi diri sendiri beserta lingkaran dalam saya dan negara sebaik-baiknya saja.
Just do it (mengatasi kegelisahan kronis)
Kegelisahan adalah adalah persepsi yang kita dapatkan ketika ada beberapa hal yang terjadi, seperti:
- Sesuatu yang sebetulnya sudah selesai tapi belum kita selesaikan
- Ada nuansa disparitas ekstrim antara harapan dan kenyataan yang seolah kita tidak bisa kerjakan dalam waktu cepat
September 05, 2014
Kisah nyata
,
santai
Filsafat dan Yonar Trisna
Ilmu tentang bertanya, itulah panggilan singkat saya terhadap filsafat. Saya begitu menyukai bidang ini karena pada waktu kecil (anda bisa lihat di tentang saya) saya menyukai cerita tentang Salomo yang memilih hikmat daripada kekayaan dan kekuasaan.
Filsafat bagi diri saya terbangun (awaken) karena sejak dari dulu banyak sekali saya merasa tertipu oleh baik itu teman, saudara, guru les gitar, organisasi yg saya ikuti, dll. Oleh karena banyak pengalaman yang tidak enak itu terbentuklah keinginan yang kuat bahwa ‘saya tidak ingin dibodohi lagi’. Saya belajar dari buku banyak sekali, buku-buku yang saya pelajari tidak melulu tentang agama (saya menganggap membaca alkitab juga adalah belajar keagamaan) namun sebenarnya utamanya saya ini menyukai bacaan tentang misteri (teka-teki detekif, bukan horor), filosofi, kajian fisika dan teknologi.
Filsafat bagi diri saya terbangun (awaken) karena sejak dari dulu banyak sekali saya merasa tertipu oleh baik itu teman, saudara, guru les gitar, organisasi yg saya ikuti, dll. Oleh karena banyak pengalaman yang tidak enak itu terbentuklah keinginan yang kuat bahwa ‘saya tidak ingin dibodohi lagi’. Saya belajar dari buku banyak sekali, buku-buku yang saya pelajari tidak melulu tentang agama (saya menganggap membaca alkitab juga adalah belajar keagamaan) namun sebenarnya utamanya saya ini menyukai bacaan tentang misteri (teka-teki detekif, bukan horor), filosofi, kajian fisika dan teknologi.
Juli 21, 2014
santai
Pemikiran dalam paradoks
Beberapa waktu ini saya banyak sekali membaca buku sebagai pembalasan dendam akan kurangnya masa pembelajaran dalam diri saya semasa kuliah ini. Banyak buku fisik dan audio yang saya baca (sekitar 7 buku lebih), terimakasih utk buku cara membaca cepat. Rupanya ada cara untuk membaca cepat dengan pemahaman yg luar biasa dan bisa diterapkan untuk setiap orang.Di sini akan lebih membahas tentang pemikiran dan quote Rene Descartes tentang Cogito Ergo Sum yang berarti "Aku berpikir maka aku ada".
Wisata laut merah semoga lebih terawat
Tahun baru lalu saya habiskan di banyuwangi, 'ngecharge' sekalian menyusuri wisata pulau merah. Berbeda dari pantai yang dulu yang saya kenal, sekarang ini lebih banyak turis dan walaupun terdapat tempat sampah namun mungkin tidak mencukupi untuk menjamin kebersihan pantai. Saya tidak tahu apakah sistem di pantai ini seperti bali yang pembersihannya dilakukan secara rutin, atau hanya sekedar pantai? Semoga tempat wisata ini mampu menjadi yang lebih baik meniru kakaknya yang tidak terlalu jauh darinya.
Februari 02, 2014
santai
Berilmu, bermetafisika
Sepanjang saya belajar tentang ilmu metafisika (metafisika energi, non- filsafat), saya merasakan dan meneguhkan kata-kata tentang ‘everything in this world is magic’. Ranah metafisika berbeda dengan sains dan memang tidak bisa metode ilmiah menjadi satu-satunya cara, untuk menjadi bukti bahwa metafisika hanyalah akal-akalan / sebuah permainan persepsi.
Secara garis besar, dalam dimensi metafisika energi ada 2 aspek yang mempengaruhi: 1. Energi dan 2. Keinginan.
Secara garis besar, dalam dimensi metafisika energi ada 2 aspek yang mempengaruhi: 1. Energi dan 2. Keinginan.
November 07, 2013
santai
Curhat 16 Agustus
Mengerti rasanya bodoh dan kita akan belajar,
mengerti rasanya dibohongi dan kita akan lebih waspada,
mengerti rasanya kalah dan kita akan mencari kemenangan,
mengerti rasanya miskin dan kita akan diperkaya,
mengerti rasanya malu dan kita akan lebih berjuang lagi,
mengerti akibat dosa dan kita akan belajar untuk memperbaiki diri lagi,
Karena sesungguhnya 'kemengertian' tidak akan mendatangkan penyesalan/ euforia berlebih karena kita ini ada, bukan siapa-siapa.
Semua ada peran masing-masing yang menjaga keseimbangan dan masa depan siapa yang tahu? Yang diketahui orang hanyalah pengalaman terdahulu yang diproyeksikan ke depan.
So happy, enjoy and do your best everyday, then none will blame you. Because you couldn't doing more than the best you do today are you?
mengerti rasanya dibohongi dan kita akan lebih waspada,
mengerti rasanya kalah dan kita akan mencari kemenangan,
mengerti rasanya miskin dan kita akan diperkaya,
mengerti rasanya malu dan kita akan lebih berjuang lagi,
mengerti akibat dosa dan kita akan belajar untuk memperbaiki diri lagi,
Karena sesungguhnya 'kemengertian' tidak akan mendatangkan penyesalan/ euforia berlebih karena kita ini ada, bukan siapa-siapa.
Semua ada peran masing-masing yang menjaga keseimbangan dan masa depan siapa yang tahu? Yang diketahui orang hanyalah pengalaman terdahulu yang diproyeksikan ke depan.
So happy, enjoy and do your best everyday, then none will blame you. Because you couldn't doing more than the best you do today are you?
Agustus 16, 2013
santai
Curhat 14 Agustus 2013
Ada yang bilang perubahan itu proses yang lama. Saya setuju karena butuh proses untuk mencapai keputusan yang bisa menyebabkan perubahan itu. Demikian juga saya, setelah berbagai lama pencobaan-pencobaan dan procrastinasi tak henti-henti, membaca berbagai buku, diskusi dengan orang lain, kontemplasi dan doa terus menerus kepada Tuhan akhirnya saya menemukan kesadaran akan apa yang menjadi masalah terbesar saya.
Terlalu banyak berpikir lama, ke mana-mana dan tidak fokus kerja pada masa kini
Saya mengakui kelemahan saya ini karena saya termasuk orang yang cenderung berpikir analitis, tapi saya menyangkal ini sepenuhnya sebuah kelemahan karena dari kebiasaan saya di atas saya mampu menemukan berbagi "aha!" Namun patut di sadari juga bahwa lokasi dan waktu yang saya gunakan terlalu banyak sehingga saya menjadi tidak efektif menjalani peran-peran saya sekarang ini.
Saya menyimpulkan dalam hidup kita harus menjalaninya aktif dan kontemplatif, ada waktu bekerja dan waktu untuk nyepi dan berdoa, ada waktu untuk menyibukkan diri dan mengosongkan diri. Saya memang memegang falsafah timur Yin-Yang (walaupun dianggap tidak definitif oleh filsuf barat) namun saya rasa konsep keseimbangan abstrak benar-benar teruji dan ada dalam keseharian saya.
Semakin saya menyadari bahwa pikiran-pikiran saya bisa menjadi dunia saya dan jujur secara sadar saya lebih memilih produktif daripada menjalani present hedonism, karena kenikmatan setelah kerja cerdas dan serius lebih menguntungkan ke depannya.
Agustus 14, 2013
santai
Curhat 13 Agustus 2013
Dari yang gelap terbuka akibat berbagai buku-buku dan nalar
- Kepuasan diri adalah bentuk pencapaian manifestasi kepercayaan diri dan keyakinan bahwa diri ini selalu mencari yang terbaik dan menghindari yang buruk
- Kepuasan diri dan pujian masyarakat tidak selalu sejalan. Contohnya bila kita melindungi pencuri dari penghakiman masa bisa jadi kepuasan pribadi namun celaan dari masyarakat (utamanya korban)
- Jaman sekarang pujian seakan menjadi lebih penting daripada kepuasan pribadi, hal ini tidak logis
- Bagaimana bisa memberikan seluruh roti kita pada orang yang dianggap masyarakat membutuhkan lebih memuaskan diri daripada memberikannya pada orang yang kita tahu dengan mata kepala sendiri lebih membutuhkan?
- Atau bagaimanakah keutamaan penguasaan diri bila kita tidak lagi mengindahkan kepuasan diri sebagai hadiah pencapaian terhadap segala sesuatu?
Agustus 13, 2013
santai
Curhat 12 agustus 2013
- Sebenarnya ketika marah / emosi itu kita sendiri yang rugi, kedamaian hati tempat roh kita beristirahat menjadi tidak ada.
- Ketika Roh tidak bisa beristirahat maka semakin capeklah kita akan segala sesuatu dan produktivitas kinerja menjadi menurun.
- Roh juga butuh istirahat dan satu-satunya istirahat itu dalam tenang. Setiap orang punya kebutuhan ini.
- Bekerja tidak mudah demikian juga beristirahat tidaklah demikian mudah (buku: revolusi batin adalah revolusi sosial).
- Bahkan dengan berbagai pengetahuan tentang pengembangan diripun saya belum mencapai kesampaian secara penuh, hidup memang sulit dan penuh dinamika.
- Sebenarnya penasaran juga dengan teori ini: penyangkalan diri. Anthony Robbins bilang kita tidak bisa melawan daya nafsu dalam diri dan kita hanya mampu membelokkan; Norman Vincent Peale bilang kita bisa kalau kita berpikir bisa; Alkitab bilang penyangkalan diri dan memanggul salib adalah jalan untuk menuju kesempurnaan hidup dalam kristus; Ataupun para Asketis yang mampu mencapai kesampaian dengan pelepasan keduniawian secara total.
- Hidup ini pilihan, pasif maupun aktif sama saja. Sering membayangkan kalau saya adalah yang terpilih (terpengaruh film-film holywood) dan tidak ada kelemahannya, namun semua itu hanyalah pigura semata. Bruce Lee bilang be confidence, but don't let confidence make you vulnerable.
- Namun saya adalah saya dan bukan peran utama film demikian, saya bukanlah 100% Asketis ataupun 100% Duniawi. Tapi saya menciptakan diri saya sebagai campuran keduanya.
- Entah cerita jawakah yang saya tiru tentang Raja yang ketika penerus tahtanya sudah siap menggantikan maka dia akan turun jabatan dan menjadi pertapa dengan istrinya? Saya juga tidak tahu apakah saya sudah terpengaruh Babad Tanah Jawa yang saya baca.
- Ini adalah konflik, ketika sudah ada dua jalan yang ada kanan dan kiri Kiyosaki memilih membuat jalan baru dan mungkin itu yang juga saya lakukan.
Agustus 12, 2013
santai
Agus dan bossnya
Sebut saja agus. Agus terkenal sebagai seorang supir handal, bossnya yang kaya kerap memintanya menyupirkan banyak sekali mobil-mobil barunya. Bossnya terkagum-kagum dengan skillnya dan bertanyaBoss : "Gus, kowe iki kok pinter men to nyetir? Aku sing nduwe wae ra wani. Rahasiane opo?"
Agus : "La nggih to pak, la nyaopo wedi. Wong nek beset sing nemponi njenengan dewe kok"
Boss : "ooo kurang ajar kowe, ojo macem2 yooo!!"
*Sampai kisah ini diturunkan, Agus tidak pernah sekalipun mbesetkan montor bossnya
#Kisah Nyata : urip g usah digawe susah, kudu wani tur tegen njipuk resiko, fokusnya ning saat ini.
Mei 25, 2013
santai
Asal-asalan berpikir
Pertama kali hukum itu belum ada, melihat kenyataan ini -bahwa dunia belum teratur dan orang-orangnya seenaknya sendiri- dari beberapa orang yang sadar dan diberi karunia itulah hukum dibuat. Karunia itu bersifat suci dan kudus dan diberikan oleh Allah sendiri / Supreme Power / apapun itu nama-Nya, yang tidak kepada sembarang orang yang diberikan. Bukan orang yang kaya yang diberi, bukan pulalah orang miskin. Bukan ahli kitab ataupun ahli nujum ataupun siapapun itu. Yang diketahui jelas adalah bahwa orang tersebut adalah pilihan Allah masih misteri jelas apa kuantitas dan kualitasnya. Orang ini disebut oleh para manusia sebagai para Nabi / Rabi / Rasul / Guru dan apapun sebutannya.
Mei 05, 2013
santai
Mobil Gereja Setan
Saat menemani pacar saya mengerjakan tugas skripsinya di KFC Mulyosari saya pulang melalui sutorejo dan waktu di perempatan menemui :
April 28, 2013
santai
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




